Rancang Treadmill Untuk Difabel, Tim Dari UGM Juarai Lomba Rancang Bangun Mesin 2016

Penulis : Theofilusr | Tanggal : 06 Oct 2016 | 635 kali dibaca | 0 Komentar

Post

 

Liatsini.com- Lomba Rancang Bangun Mesin (LRBM) yang diikuti oleh 10 tim dari 6 perguruan tinggi se-Indonesia akhirnya telah memiliki juara baru. Kompetisi yang digelar pada Rabu (5/10/2016) melahirkan Universitas Gadjah Mada yang berhasil mengungguli sembilan peserta lainnya. Tim yang dimotori oleh Yarabisa Yanuar, Levina Ariesta Mayasari dan Muhammad Aulia Rahman berhasil menjadi juara pertama dengan membangun sebuah alat bantu olahraga bagi kaum difabel, khususnya bagi pengguna kursi roda.

Seperti tujuan semula dari lomba ini, tim dari UGM dinilai berhasil membangun sebuah alat yang berguna bagi masyarakat. Treadmill for Wheelers yang dirancang tim dari UGM tersebut merupakan sebuah alat bantu olahraga untuk kaum difabel. “Tujuan lomba ini untuk memotivasi mahasiswa untuk menerapkan ilmu Teknik Mesinnya menjadi sesuatu yang berguna bagi masyakarat,” tutur Budi Heriyadi, ketua panita LRBM 2016.

Budi Heriyadi pun mengatakan bahwa perjalanan peserta tersebut cukup panjang sebelum mencapai babak final yang diselenggarakan di ITB. Pada tahap pertama yaitu pengumpulan proposal, para peserta harus bersaing dengan 47 proposal lainnya dari seluruh Indonesia. Proposal yang telah terkumpul tersebut dinilai oleh enam juri dari enam perguruan tinggi, yaitu ITB, Universitas Andalas (UA), Universitas Diponegoro (Undip), Institut Teknologi Sepuluh Novemer (ITS), Universitas Petra dan Universitas Lampung (Unila).

Budi Heriyadi menjelaskan bahwa ada tiga aspek yang menjadi indikator penilaian para juri dalam kompetisi LRBM. Ketiga aspek tersebut adalah proposal, presentasi dan poster. “Sistem penilaiannya dua tahap, yang pertama proposal. Penilaian ini dari keseluruhan bobotnya 50%, kemudian presentasi hari ini 40% dan poster itu 10%,” tutur Budi. Dari keseluruhan aspek tersebut, tim asal UGM memiliki nilai tertinggi dibanding peserta lainnya.

Mengikuti di bawah UGM, tim asal Universitas Brawijaya (UB) yang beranggotakan Dimas Eko Prasetyo, Dwiki Ananda Putra dan Fauzan Rahmat Shiddiq menempati urutan kedua dengan judul rancangan ‘Rancang Bangun Mesin Alat Bantu Olahraga Berlari dan Panjat Tebing’. Sementara di peringkat ketiga ada perwakilan dari Undip yang beranggotakan Urip Kurniawan, Aditya Ispramudita dan Bimo Prasetyo dengan judul rancangan Realistic Stationery Bike.

Perwakilan UGM yang berada di peringkat pertama berhak membawa pulang hadiah Rp15juta. Sementara perwakilan UB yang berada di peringkat kedua mendapat hadiah Rp10juta dan perwakilan Undip yang berada di peringkat ketiga mendapatkan hadiah Rp5juta.